Sumpiuh – Masjid Jami’ Baiturrahman yang terletak di Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, merupakan salah satu masjid tua yang memiliki peran penting dalam sejarah perkembangan Islam di wilayah Banyumas bagian timur. Masjid ini hingga kini masih aktif digunakan sebagai pusat ibadah dan kegiatan keagamaan masyarakat.
Masjid Jami’ Baiturrahman Sumpiuh diyakini telah berdiri sejak masa awal penyebaran Islam di kawasan tersebut. Letaknya yang berada di jalur timur Banyumas menjadikan masjid ini dahulu berfungsi sebagai tempat persinggahan sekaligus pusat dakwah bagi para ulama dan musafir. Dari segi bangunan, masjid ini menampilkan arsitektur sederhana dengan nuansa tradisional Jawa. Beberapa bagian masjid masih mempertahankan bentuk lama, seperti struktur ruang utama dan tata letak bangunan, meskipun telah mengalami renovasi untuk menyesuaikan kebutuhan jamaah.
Masjid Jami’ Baiturrahman tidak hanya digunakan untuk salat lima waktu dan salat Jumat, tetapi juga menjadi tempat pengajian, peringatan hari besar Islam, serta kegiatan sosial kemasyarakatan. Aktivitas tersebut menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat dan penguat silaturahmi warga. Masyarakat bersama pengurus masjid terus menjaga keberadaan Masjid Jami’ Baiturrahman sebagai bagian dari warisan sejarah Islam di Banyumas. Diharapkan, masjid ini dapat terus menjadi sumber nilai keagamaan, kebersamaan, dan edukasi sejarah bagi generasi muda di wilayah Sumpiuh dan sekitarnya.
Selain memiliki nilai sejarah, Masjid Jami’ Baiturrahman Sumpiuh juga dikenal sebagai pusat kegiatan keagamaan yang konsisten dijalankan hingga kini. Setiap pekan, masjid ini rutin menggelar pengajian dan kajian keislaman yang diikuti oleh jamaah dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua.
Pada momen tertentu seperti bulan Ramadan, Idulfitri, dan Iduladha, Masjid Jami’ Baiturrahman menjadi pusat aktivitas ibadah dan sosial masyarakat. Kegiatan buka puasa bersama, salat tarawih berjamaah, hingga penyembelihan hewan kurban dilaksanakan dengan melibatkan partisipasi warga sekitar, sehingga memperkuat rasa kebersamaan dan gotong royong.Keberadaan masjid ini juga berperan penting dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan tradisi lokal Banyumasan. Melalui dakwah yang santun dan berakar pada budaya setempat, Masjid Jami’ Baiturrahman terus menjadi ruang pembelajaran agama yang inklusif dan menenangkan. Pengurus masjid berharap Masjid Jami’ Baiturrahman Sumpiuh dapat terus dijaga dan dilestarikan sebagai peninggalan sejarah Islam di Banyumas. Selain sebagai tempat ibadah, masjid ini diharapkan mampu menjadi sarana edukasi sejarah dan religi bagi generasi muda agar mereka mengenal dan menghargai warisan leluhur.
Penulis ;
Febrian Isjamudin Itsar


