Padukan Arsitektur Turki-Cordoba, Jadi Ikon Religi Purwokerto
Purwokerto – Megah dan menawan, di Purwokerto kini telah menjadi salah satu landmark kebanggaan Kabupaten Banyumas. Terletak strategis di Jalan Jenderal Gatot Subroto, masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menarik perhatian dengan perpaduan gaya arsitektur unik antara Turki dan Cordoba.
Sejarah Pembangunan dan Peresmian
Pembangunan masjid ini dimulai pada tahun 2012 silam dan membutuhkan waktu sekitar dua tahun untuk penyelesaian seluruh bangunannya. Meskipun pada awalnya sempat menghadapi tantangan dalam penggalangan anggaran, kolaborasi apik antara pihak TNI, Al-Irsyad, dan masyarakat berhasil mewujudkan masjid ini dengan total biaya mencapai Rp 6 miliar.
Masjid Jenderal Besar Soedirman diresmikan secara langsung pada tanggal 25 Agustus 2014 oleh Panglima Kodam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Sunindyo, melalui telekonferensi. Acara peresmian tersebut turut dihadiri oleh Bupati Banyumas dan jajaran Muspida setempat, menandai peran penting masjid ini sebagai pusat kegiatan keagamaan di wilayah tersebut.
Pesona Arsitektur dan Fasilitas Modern
Daya tarik utama masjid ini terletak pada desain bangunannya yang mengagumkan, memadukan elemen khas arsitektur Timur Tengah, Turki, dan Cordoba. Selain bangunan utama, masjid ini juga dilengkapi dengan fasilitas modern yang lengkap, antara lain:
- Menara setinggi 60 meter yang menjulang gagah.
- Taman yang indah dihiasi lampu hias dan air mancur, menambah kesejukan suasana.
- Aksesibilitas yang baik, termasuk pintu masuk, area parkir, dan toilet yang ramah bagi pengguna kursi roda.
- Interior yang nyaman dan bersih, seringkali mendapatkan ulasan positif dari para pengunjung yang merasakan ketenangan saat beribadah.
Masjid ini juga aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan keagamaan rutin, seperti pengajian, dakwah, pendidikan agama, dan kegiatan sosial, serta menjadi pusat berkumpulnya masyarakat pada hari-hari besar Islam.
Febrian
Link Liputan Berita yang relevan
